Monday, November 8, 2010

Amsal Sayap

sejak netas dari cangkang pembekalan
aku diberinya taman dan selembar peta
kitarilah kehidupan, pesannya berkali-kali
kitarilah kehidupan sampai tertemukan dermaga
yang menjamin ketenangan istirah

nafsuku bersorak riang gembira
menatap warna-warni di terang siang
sementara nurani berbisik agar hati-hati
menyelami pekat hidup malam. Temukan dulu
kunci rahasia, ujarnya berulang-ulang

o, kuingat selalu kisah Bunda
tentang seorang lelaki yang masuk surga
padahal sepanjang hidupnya berbuat dosa
tapi di saat ajal  takut akan amarahNya
o, kuingat selalu pesan Bunda
baca badanmu. Baca!
dan temukan diriNya. Temukan!
bersihkan hati dari debu-debu.Sebab di sana
tempat kalian saling berkaca
namun aku baru bisa membaca badan sepotong-
   sepotong
wahai Bunda, ternyata daku tak lebih seekor burung
yang kurang sayap sebuah. Mengepak dengan timpang
bagaimana kumampu mereguk taman sebebasnya?
bagaimana dengan langkah-langkah kecil
   ku sanggup
merambah seluruh taman dari waktu ke waktu

ini amsal yang amat berharga
dengan jati diri yang kurang sempurna
dapatkah dirimu terbang ke Taman AbadiNya?


Odhys...RSGS..hal.40-41
penerbit : bukulaela

No comments:

Post a Comment