" Inilah sangkar besar buatanKU
segeralah engkau memainkan peranmu."
Kedengar bisikNYA dalam relung cahaya yang dalam
Selepas cangkangku retak. Saling menyapa alam
O, betapa kesadaranku dibuatNYa nanar
Sungguh Maha Besar apa yang pernah kudengar
Daku nangis, wahai Bunda
Malu karena telah pernah menampik bisikanNya
Daku ngeri, wahai Bunda
Mentari kehidupan begitu panas. Siap membakar
Sayap-sayap hamba
oleh : Odhy's
Showing posts with label Amsal Sayap. Show all posts
Showing posts with label Amsal Sayap. Show all posts
Wednesday, January 19, 2011
Puisimu :Aku burung dalam TamanNYa ( 2 )
Dalam cangkang Bunda kudengar suara
:" Kelak bakal kau sua alam seluas samudera
Langkahmu tak mampu habis menapakinya
sepasang sayapmu lemah terkulai memburunya."
Apa kau bisa lantas percaya
Terhadap cerita yang luar biasa
Sementara kehidupan cumalah sebatas badan
Sibuk sendiri. Asyik mencatat pertumbuhan Taman?
Ya. Akulah cikal-bakal burung-Nya
Tampa pernah membayangkan dunia diluar sana
Yang tak tahu di Taman mana akan dicampakkan
bersama sejarah, ikut mengukir janji kehidupan
:" Kelak bakal kau sua alam seluas samudera
Langkahmu tak mampu habis menapakinya
sepasang sayapmu lemah terkulai memburunya."
Apa kau bisa lantas percaya
Terhadap cerita yang luar biasa
Sementara kehidupan cumalah sebatas badan
Sibuk sendiri. Asyik mencatat pertumbuhan Taman?
Ya. Akulah cikal-bakal burung-Nya
Tampa pernah membayangkan dunia diluar sana
Yang tak tahu di Taman mana akan dicampakkan
bersama sejarah, ikut mengukir janji kehidupan
Labels:
Amsal Sayap
Puisimu :Aku, Burung dalam Taman-Nya ( 1 )
Aku burung dalam TamanNYa
Tak usah lari bila ingin bahagia
Semua telah tersedia : Angin, dedaunan
Ranting dan ulat-ulat kehidupan
: Apakah tugasku cukup melempar pujian
sebagia tanda cinta - kasih pada Yang Menjanjikan ?
Tak bakal terjawab semua tanya
Bila perjalanan itu tak kita lakukan
Susuri peta yang telah dibuatNYa
Guna membuktikan janji-janji kebenaran
Akulah burung
Yang dalam pencaharian kerap bingung
Kadang sengaja mencari aturan baru
Terperangkap pandangn mata yang sering menipu
: Hanya hatimu yang bisa jujur
Menjaga keaslian janji. Tak bakal Luntur.
oleh : Odhy's
Tak usah lari bila ingin bahagia
Semua telah tersedia : Angin, dedaunan
Ranting dan ulat-ulat kehidupan
: Apakah tugasku cukup melempar pujian
sebagia tanda cinta - kasih pada Yang Menjanjikan ?
Tak bakal terjawab semua tanya
Bila perjalanan itu tak kita lakukan
Susuri peta yang telah dibuatNYa
Guna membuktikan janji-janji kebenaran
Akulah burung
Yang dalam pencaharian kerap bingung
Kadang sengaja mencari aturan baru
Terperangkap pandangn mata yang sering menipu
: Hanya hatimu yang bisa jujur
Menjaga keaslian janji. Tak bakal Luntur.
oleh : Odhy's
Labels:
Aku Burung dalam TamanNya,
Amsal Sayap
Monday, November 8, 2010
Amsal Sayap
sejak netas dari cangkang pembekalan
aku diberinya taman dan selembar peta
kitarilah kehidupan, pesannya berkali-kali
kitarilah kehidupan sampai tertemukan dermaga
yang menjamin ketenangan istirah
nafsuku bersorak riang gembira
menatap warna-warni di terang siang
sementara nurani berbisik agar hati-hati
menyelami pekat hidup malam. Temukan dulu
kunci rahasia, ujarnya berulang-ulang
o, kuingat selalu kisah Bunda
tentang seorang lelaki yang masuk surga
padahal sepanjang hidupnya berbuat dosa
tapi di saat ajal takut akan amarahNya
o, kuingat selalu pesan Bunda
baca badanmu. Baca!
dan temukan diriNya. Temukan!
bersihkan hati dari debu-debu.Sebab di sana
tempat kalian saling berkaca
namun aku baru bisa membaca badan sepotong-
sepotong
wahai Bunda, ternyata daku tak lebih seekor burung
yang kurang sayap sebuah. Mengepak dengan timpang
bagaimana kumampu mereguk taman sebebasnya?
bagaimana dengan langkah-langkah kecil
ku sanggup
merambah seluruh taman dari waktu ke waktu
ini amsal yang amat berharga
dengan jati diri yang kurang sempurna
dapatkah dirimu terbang ke Taman AbadiNya?
Odhys...RSGS..hal.40-41
penerbit : bukulaela
aku diberinya taman dan selembar peta
kitarilah kehidupan, pesannya berkali-kali
kitarilah kehidupan sampai tertemukan dermaga
yang menjamin ketenangan istirah
nafsuku bersorak riang gembira
menatap warna-warni di terang siang
sementara nurani berbisik agar hati-hati
menyelami pekat hidup malam. Temukan dulu
kunci rahasia, ujarnya berulang-ulang
o, kuingat selalu kisah Bunda
tentang seorang lelaki yang masuk surga
padahal sepanjang hidupnya berbuat dosa
tapi di saat ajal takut akan amarahNya
o, kuingat selalu pesan Bunda
baca badanmu. Baca!
dan temukan diriNya. Temukan!
bersihkan hati dari debu-debu.Sebab di sana
tempat kalian saling berkaca
namun aku baru bisa membaca badan sepotong-
sepotong
wahai Bunda, ternyata daku tak lebih seekor burung
yang kurang sayap sebuah. Mengepak dengan timpang
bagaimana kumampu mereguk taman sebebasnya?
bagaimana dengan langkah-langkah kecil
ku sanggup
merambah seluruh taman dari waktu ke waktu
ini amsal yang amat berharga
dengan jati diri yang kurang sempurna
dapatkah dirimu terbang ke Taman AbadiNya?
Odhys...RSGS..hal.40-41
penerbit : bukulaela
Labels:
Amsal Sayap
Subscribe to:
Posts (Atom)