Showing posts with label Migren. Show all posts
Showing posts with label Migren. Show all posts

Saturday, January 22, 2011

KIAT MENGHINDARI SERANGAN MIGREN

Beberapa langkah dalam menghadapi migren :

Buatlah catatan tentang faktor pemicu migren Anda, sehingga Anda dapat mengenali dan menghindari faktor tersebut.
Luangkan waktu istirahat dari kesibukan kerja secara teratur. Ada baiknya mencoba beberapa tehnik relaksasi sederhana di tempat kerja, misalnya dengan menarik nafas panjang, menahan sesaat dan melepaskan kembali secara perlahan-lahan.
Pastikan makan secara teratur
Untuk wanita, jika pengunaan estrogen ( misalnya Pil KB atau Pengguna Terapih Sulih Hormon ) menambah rasa nyeri Anda, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan terapi estrogen tersebut.
Konsultasikan dengan dokter apa yang harus Anda laukan.
Jika Anda bekerja di dalam kantor, usahakan mencari udara segar dan melakukan gerak badan. Misalnya dengan berjalan kaki sewakt mencari makan siang.
Aerobik secara terarur selam 30 menit dalam sehari cukup baik untuk sirkulasi darah
Berhenti merokok merupakan langkah bijaksana untuk mengurangi kemungkinan serangan migren. Rokok dapat mengakibatkan serangan migren semakin sering dan membuat nyeri yang ditimbulkan semakin parah.

FAKTOR PEMICU SERANGAN MIGREN

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi migren; a. Menghindari pemicu b. Menghentika rasa nyeri ketika serangannya muncul c. Melakukan pengobatan pencegahan ( profilaksi ) d. Melakukan perubahan gaya hidup.

Menghindari pemicu serangan merupakan langkah yang paling efektif. Ada beberapa faktor yang dapat mengakibatkan migren. Setiap penderita memiliki faktor pemicu yang berbeda-beda, diantaranya :
1. Stres dan fatique  ( kelelahan yang amat sangat )
2. Makanan dam Minuman ; alkohol terutama bir dan anggur merah ), Coklat, Monosodium Glutamat ( MSG ) yang terdapat pada penyedap, Ikan yang dikeringkan, Keju fermentasi.
3. Perubahan cuaca,Iklim, atau ketinggian
4. Perubahan Pola tidur, bisa terlampau banyak atau terlampau sedikit dari tidur normal.
5. Cahaya yang menyilaukan
6. Bau-bauan yang menyengat
7. Obat-obatan. Diantaranya; Simetidin ( obat gangguan saluran cerna), Flenfluramin, Nifedipin ( obat anti hipertensi ), Teofilin ( obat anti asam ).
8. Kadar gula yang rendah, jadwal makan yang berubah, makan tidak teratur, puasa,atau makan pada jadwalnya.
9. Peningkatan aktifitas fisik, termasuk aktifitas seksual
10. Rokok, baik perokok aktif atau perokok pasif
11. Khusus bagi wanita pengaruh hormon estrogen, biasanya pada saat menstruasi atau hamil merupakan faktor utama penyebab Migren
Saat migren muncul penderita sebaiknya berusaha untuk meredakan serangan, jangan berharap bisa melawan serangan tersebut, karena dapat bertambah parah.
Istirahat merupakan pilihan utama,  carilah tempat yang tenang, cahaya tidak terlampau  terang dan usahakan tidur di tempat tersebut, jika belum memberikan hasil, dapat menggunaka obat pereda nyeri yang dijual bebas di pasaran, aspirin atau parasetamol.

PEYEBAB MIGREN

Penyebab pasti migren belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa ahli menlontarkan toeri bahwa penyebab migren adalah adanya pelebaran pembuluh darah. Menurut seorang pakar neuroendokrin, pada kondisi normal pembuluh darah memiliki diameter tertentu.
Pada kondisi tertentu ketidakstabilan  kadar serotonin menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Sebagai reaksi lanjut, oleh tubuh dikeluarkan berbagai senyawa untuk melebarkan pembuluh darah tersebut, selanjutnya terjadi mekanisme dilatasi ( pelebaran diameter ) pembuluh darah dan terjadi pula proses inflamasi ( peradangan ). Pelebaran dan proses peradangan tersebut yang mengakibatkan timbulnya neri kepala yang berdenyut, yang dikenal dengan Migren.

Ketidakstabilan  kadar serotonin diduga dipicu oleh pengaruh hormon. Pada wanita biasanya, pengaruh hormon pada serotonin terjadi saat menstruasi, atau saat hamil. Hal ini  yang menjelaskan mengapa wanita lebih sering mengalami migren dibandingkan kaum pria.
Penyebab lain terjadinya penyempitan pembuluh darah adalah stres. Kondisi stres dapat memicu pelepasan senyawa tertentu, adrenalin misalnya menyebabkan konstriksi ( menyempitnya ) pembuluh darah, dan selanjutnya terjadi proses seperti sisebutkan diatas.

Teori lain mengatakan bahwa penyebab migren adalah terjadinya perubahan fungsional pada saraf trigeminus ( saraf pada otak ), yang mengakibatkan gangguan kestabilan serotonin. Menurut para pakar ynag melontarkan teori ini serotonin adalah senyawa yang mengatur pesan nyeri melalui jalur saraf trigeminus. Pada saat sakit kepala, kadar serotonin menurun secara drastis, mengakibatkan saraf trigeminus melepaskan neuropeptida yang mengalir ke lapisa luar otak dan mengakibatkan pembuluh darah mengalami dilatasi dan terjadinya reaksi peradangan, sehingga muncul nyeri kepala.